Jumat, 18 Oktober 2013

Ada beberapa langkah yang bisa kita  lakukan setelah install Ubuntu:
Merubah Repository
Repository adalah kumpulan dari berbagai macam aplikasi yang berasal di internet, dikumpulkan menjadi satu, dikemas pada media seperti software aplikasi, games, multimedia, internet, office, tema.
Langkah-langkah merubah repository (Pastikan konputer terkoneksi dengan intenet)
Buka Terminal atau langsung tekan CTRL + ALT + T
Pada terminal ketik # nano /etc/apt/sources.list (jika ada $ mengunakan sudo)
Setelah itu buka http://singo.ub.ac.id/penggunaan/ setelah itu copy menurut versi Ubuntu yang anda instal dan paste ke terminal
 tekan CLRL + x -> y
Tekan apt-get update
Tunggu prosses update sampai selsai.
Periksa untuk ketersediaan Driver Hardware Proprietary
Buka “Unity dash”.
Cari” Additional Drivers” dan buka.
Tunggu sampai proses pengecekan selesai.
Jika Driver laptop kita terdetect dengan baik, maka click Activate.
Instal Codec untuk Bermain Musik dan Film
Mainkan musik dan video
Jika kotak dialog untuk mencari Codec muncul, klik Search
Tunggu hingga proses instalasi paket selesai
Lalu ulang lagi memutas musik dan video
Cara Install package Offline
Google Crhome
Download Packages dari google
Download Packages dengan Extension [dot] deb
Save di Direktori home
Buka Terminal dan ketik perintah berikut : $ sudo dpkg –i google-chrome-stable_current_i386.deb
Tunggu samapai instalasi selesai.
Sekarang Ubuntu Anda sudah terinstal Google Chrom.
Cara Install package melalui repository (install VLC MediaPlayer)
Buka Terminal
Ketik: $ sudo apt-get update
Ketik: $ sudo apt-get install vlc vlc-plugin-pulse mozilla-plugin-vlc
Tunggu hunga proses instalasi selesai
Sekarang VLC sudah terinstall di Ubuntu anda.
Cara menghapus package
Versi GUI: Buka Sypnatic Package Manager, dan Unmark software atau package yang akan di hapus.
Versi Terminal: Ketik: $ sudo apt-get remove vlc atau $ sudo apt-get –purge remove vlc

http://blog.ub.ac.id/wongalus/2012/03/19/pengenalan-linux-ubuntu/

Senin, 23 September 2013




Mahasiswa dalam menempuh belajarnya di kampus tercinta memerlukan beragam keperluan. Bagi sebagian mahasiswa itu mudah untuk dipenuhi tapi bagi sebagian mahasiswa lainnya sangat sulit untuk terpenuhi. Solusi untuk mahasiswa yang sulit, yaitu dengan memanfaatkan biaya bantuan pendidikan atau yang lazim disebut beasiswa.

Beasiswa pun banyak bermunculan untuk membantu meringankan beban mahasiswa tersebut. Namun, banyak yang tak tepat sasaran. Kenapa tidak tepat sasaran? Yup, karena tidak semua mahasiswa kurang mampu yang ikut tapi mahasiswa mampu pun ikut daftar menjadi penerima beasiswa. Sebagai contoh, beasiswa yang masih hangat – beasiswa dari BAZIS DKI Jakarta. Saya pun ikut mendaftar untuk mendapatkan beasiswanya :)


Apa yang menjadi sorotan saya selama proses seleksi beasiswa Bazis DKI Jakarta? Saya melihat hampir semua mahasiswa yang mengajukan permohonan beasiswa menggunakan smartphone bahkan ada yang membawa laptop !. Jika beasiswa ini ditujukan untuk kalangan yang tidak mampu saja, apakah pantas mereka yang mampu menerimanya? Selain itu, masih banyak kejanggalan dalam proses beasiswa, bukan hanya beasiswa baziz saja, tapi beasiswa lain pun demikian. Calon penerima dibantu ‘orang dalam’ untuk memuluskan langkahnya menerima beasiswa.


Memang, beasiswa terbagi menjadi dua kategori, yaitu beasiswa untuk kalangan tidak mampu dan beasiswa untuk kalangan yang berprestasi. Beasiswa prestasi boleh saja, si penerima berasal dari lingkungan borjuis lain halnya beasiswa tak mampu.

Demikianlah beberapa hal yang perlu kita bersama garis bawahi. Beasiswa yang tadinya bertujuan untuk meringankan beban mahasiswa tidak mampu, tapi beralih fungsi menjadi sumber foya-foya bagi kalangan mampu. Semoga kita dapat memaknai arti beasiswa dengan sebenarnya dan instansi pemberi beasiswa dapat menyalurkan ke pihak yang tepat. Aaminn..

Sumber : http://fajarah.wordpress.com/2013/07/16/beasiswa-yang-tidak-tepat-sasaran/